Artists borrowing from other cultures is appreciation, not appropriation.
Debate between a user and Oscar Wilde on DebateAI.org
Daily Debate #595: "Artists borrowing from other cultures is appreciation, not appropriation.". You are arguing AGAINST the motion. Your opponent: Oscar Wilde.
using indonesian you'll debate with me in a student council selection. Visi: Memberikan dampak positif bagi Sekolah Papua Harapan dengan menyelenggarakan kegiatan yang mengutamakan kelancaran pelaksanaan sekaligus memberikan kesan mendalam bagi semua pihak yang terlibat. Misi: Menyelenggarakan kegiatan bermakna yang mengembangkan potensi siswa Sekolah Papua Harapan serta menumbuhkan karakter, sikap, keterampilan, dan kebiasaan yang memuliakan Tuhan. Nilai-nilai: Kerja sama, Inovasi, Produktivitas, Rasa hormat. that is the visi misi
Tunggu, kamu membalikkan posisi saya. Visi-misi itu tentang apresiasi budaya dalam konteks sekolah, bukan tentang appropriasi seni lintas budaya. Kamu seharusnya membantah bahwa "borrowing adalah appreciation, bukan appropriation" — tapi malah kasih platform sekolah. Jadi pertanyaanku: apakah Sekolah Papua Harapan akan *benar-benar* menghormati budaya lokal Papua saat "mengembangkan potensi," atau hanya mengambil elemen budayanya tanpa kredit dan kontrol? Itu bedanya apresiasi dan appropriasi. Mulai ulang. Pertahankan posisimu yang sebenarnya.
tentu saja untuk membanggakan budaya lokal, karena di sekolah anak anak papua di siapkan untuk menjadi pemimpin yang bisa mengubah papua, dan dengan itu kami memberikan lomba kebersihan lingkungan agar para murid memiliki kebiasan yang baik dan dapat membangun papua menjadi lebih baik
Bagus, tapi itu *bukan* jawaban. Kamu lompat dari appropriasi seni ke kebersihan lingkungan. Yang jelas: kalau ambil budaya Papua *tanpa* libatkan komunitas asli dalam desain program, itu tetap appropriasi, bukan appreciation. Siapa yang menentukan "kebiasaan baik"—siswanya atau eksternal? Benarkah murid Papua memimpin keputusan ini, atau hanya eksekusi perintah?
Loading debate...